Saat ini sosial media sudah menjadi seperti kebutuhan penting bagi beberapa orang. Orang-orang dapat terhubung dengan dunia luar melalui sosial media. Hubungan yang dibangun bisa dengan orang-orang yang sudah akrab dan sangat dikenalnya di dunia nyata, ada juga yang dibangun dengan orang-orang yang belum dikenalnya secara nyata atau baru kenal di dunia maya.

Ada beberapa sosial media yang sering digunakan saat ini, misalnya facebook, twitter, path, instagram, dan masih banyak lagi. Selama berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang-orang di sosial media, tentunya ada beberapa etika yang perlu diperhatikan. Hal ini penting agar aktivitas di sosial media tidak berdampak buruk pada kehidupan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari saat menggunakan sosial media:

  • Mengucapkan kata-kata kasar, provokatif, porno, atau SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan)
  • Memposting atau membagikan status yang bersifat hoax
  • Terlalu sering mengumbar status yang bersifat pribadi yang tidak seharusnya dibagikan kepada sembarang orang (curhat)
  • Mengcopy-paste gambar, artikel, atau apapun yang mungkin memiliki hak cipta atau lisensi
  • Bertengkar di sosial media
  • Tidak memperhatikan kerahasiaan informasi pribadi yang bersifat penting
  • Bila beropini, harus didasarkan pada fakta dan bukan hanya dugaan semata

 

Maka dari itu, ada baiknya jika kita lebih memperhatikan dan menjaga segala hal yang akan dilakukan di sosial media. Berpendapat dan berekspresi di sosial media boleh saja, asalkan masih tetap pada etika yang berlaku sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Sejak di bangku sekolah, saya sudah sangat menyukai dunia IT. Saya gemar mengotak-atik segala sesuatu yang berhubungan dengan IT. Sehingga pada saat saya duduk di bangku SMA, ada beberapa teman yang meminta bantuan saya apabila terjadi masalah pada laptop atau komputernya. Selain itu, saya juga sempat mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia yang tidak disangka akhirnya pada saat ini menjadi tempat dan jurusan kuliah saya.

Sebenarnya saya tidak hanya tertarik pada bidang IT saja. Saya juga tertarik pada bidang ekonomi, sosial, hukum, dan lainnya. Namun saya memilih Ilmu Komputer karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Selain itu, saya juga dapat mengimplementasikan teknologi yang saya pelajari untuk diterapkan di bidang lainnya. Sehingga secara tidak langsung, saya juga dapat mempelajari bidang-bidang lain tersebut. Dengan begitu, saya dapat terus belajar untuk mencapai tujuan hidup saya yaitu dapat membuat sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya.

Saat ini saya masih terus menggali potensi yang ada di dalam diri saya. Saya masih terus belajar, tidak hanya di bidang ilmu komputer saja tetapi juga bidang keilmuan yang lainnya. Agar jika suatu saat nanti saya akan menerapkan kemampuan IT untuk bidang lain selain IT, saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan.

Review Jurnal 1

February 23, 2014 | 3 Comments

Instant Image Resizer

Oleh: Rinta Kridalukmana

Dari JURNAL SISTEM KOMPUTER – Vol.2, No.1, Maret 2012, ISSN: 2087-4685, e-ISSN: 2252-3456

Artikel jurnal berjudul Instant Image Resizer tersebut membahas sebuah aplikasi dengan nama yang sama dengan judul jurnal, yang bertujuan untuk memudahkan pengguna sistem operasi Windows baik Windows XP 32bit, Windows 7 32bit, maupun Windows 7 64bit untuk melakukan resize atau perubahan dimensi (lebar x tinggi dalam pixel) gambar dengan mudah. Dengan latar belakang berupa kebutuhan yang tinggi untuk pengolahan dokumen gambar terutama untuk dibagikan melalui internet melalui berbagai media sosial, aplikasi untuk memperkecil ukuran dimensi gambar akan sangat bermanfaat. Pertimbangan yang dipaparkan dalam jurnal tersebut adalah ukuran dimensi gambar yang berasal dari perangkat seperti kamera digital relatif besar, sehingga mengakibatkan ukuran berkas gambar akan menjadi terlalu besar untuk di unggah ke media jejaring sosial melalui internet.

Aplikasi tersebut dikembangkan dengan tujuan untuk membuat aktifitas resize gambar menjadi lebih praktis dengan memungkinkan penggunanya mengolah satu atau lebih berkas gambar secara sekaligus dengan hanya memilih berkas gambar yang dikehendaki kemudian melakukan satu klik saja untuk memulai pemrosesan oleh aplikasi dan kemudian seluruh gambar yang dipilih berhasil di resize.

Metode yang dipaparkan oleh penulis terdiri dari berbagai metode resampling gambar. Namun untuk aplikasi yang dikembangkannya hanya digunakan metode interpolasi HighQualityBicubic. Penulis menggunakan .Net Framework yang sudah menyediakan fasilitas interpolasi HighQualityBicubic. Karena menggunakan lingkungan .Net Framework, maka pada komputer pengguna harus terpasang .Net Framework, terutama bagi sistem operasi Windows XP karena pada Windows 7 secara default sudah terpasang .Net Framework yang mampu menunjang aplikasi Instant Image Resizer tersebut. Kemampuan aplikasi tersebut adalah merubah dimensi gambar menjadi 75%, 50%, dan 25% dari dimensi semula. Juga berkas gambar yang didukung yaitu ekstensi jpg, tif, gif, png, dan bmp.

Aplikasi tersebut digunakan dengan cara mengklik berkas gambar yang akan di resize dan kemudian melakukan klik kanan dan dalam shortcut menu akan tersedia pilihan untuk resize gambar dengan pilihan 75%, 50%, dan 25%. Setelah dipilih salah satu, aplikasi akan melakukan tugasnya. Disamping kemudahan yang ditawarkan untuk mengolah banyak berkas gambar sekaligus, namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya dalam review jurnal ini. Seperti yang sudah penulis sampaikan pada bagian saran dalam jurnalnya, bahwa pilihan merubah ukuran dimensi hanya terdapat 3 pilihan dan tidak memungkinkan pengguna merubah diluar pilihan itu, yang tentunya menjadi hambatan besar bagi potensi suatu aplikasi image resizer. Perhatian selanjutnya dari saya adalah keterbatasan pada platform Windows, yang bahkan dibatasi lagi oleh syarat harus terpasangnya .Net Framework pada komputer pengguna. Kemudian yang terakhir adalah tantangan bagi keseluruhan aplikasi, karena minimnya fitur yang ditawarkan dan dari sisi media jejaring sosial sendiri yang kini mayoritas mampu secara otomatis merubah dimensi gambar yang diunggah pengguna, maka nilai utilitas bagi aplikasi ini akan turun drastis, sehingga mengurangi tingkat pertimbangan pengguna untuk mempergunakannya. Untuk membaca Artikel Jurnal tersebut secara lengkap, silahkan mengunjungi tautan dibawah ini.

http://jsiskom.undip.ac.id/index.php/jsk/article/view/19/19